Teknik Meruqyah Rumah, Kantor, Tempat Usaha Sesuai Syariah Islam

Bumi Islam – Tehnik ruqyah ini bisa juga diaplikasikan untuk Ruqyah Kantor, Ruqyah Gudang, Perusahaan, Ruqyah Penyakit Menahun, Ruqyah Mandul, Ruqyah Eksim, Ruqyah Maagh, Ruqyah Insomnia, Ruqyah Stroke, Ruqyah Kangker Darah, dan berbagai bentuk penyakit yang tidak dimengerti secara Ilmiah.

Tutorial berikut telah dibuktikan ratusan Hamba Allah di dunia yang keluarganya diganggu sihir, insya Allah akan menetralisir sihir baik itu di badan atau di rumah kita secara menyeluruh, caranya sebagai berikut:

Ambil 1 Galon Air putih (atau sekitar 20 liter air) lalu bacakan; Alfatihah, Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Al A’raaf 117 – 122, Yunus 81-82, Thaha 68-70, bacakan masing-masing 11 kali dan tiupkan. Misal baca Al Fatihah hingga selesai lalu tiupkan, lakukan hingga 11 kali kemudian lanjutkan dengan Al Ikhlas.. dan seterusnya.

Setelah itu cipratkan atau semprotkan keseluruh lantai dan sudut rumah, sebagiannya minum dan dimandikan. Lakukan selama 11 hari. Cukup bacakan “masing-masing” 11 kali dihari pertama saja. Jika ingin mengulangnya setiap hari atau ingin menambahkan lebih dari 11 kali juga boleh. Bahkan lebih baik, insya Allah.

Continue reading

Puisi tentang Jilbab Syari Seorang muslimah

Hijaabku memang tidak menarik…

Hijaabku memang tidak menarik,
Tidak ada tutorial khusus untuk memakainya,
tidak perlu diputar-putar, dipelintir-pelintir, diperas-peras,
ditarik-tarik dan diikat-ikat.

No need tutorial for hijab syar’i because shariah is simple.

Hijaabku memang tidak menarik, karena fungsi hijaab adalah
untuk menyembunyikan perhiasan, jika aku sematkan hiasan-hiasan di atasnya, berbagai macam aplikasi
maka terpenuhikah fungsi hijaab yang dikehendaki oleh syari’at?

Hijaabku memang tidak menarik, karena aku memakainya bukan untuk menarik perhatian orang, aku pun tidak akan ‘ngoyo’ dalam mendakwahkan hijaab dengan menghias-hiasinya, memodifikasinya supaya muslimah ramai-ramai berhijaab.

Tapi pada akhirnya hanya kuantitas muslimah berhijaab yang bertambah, lantas bagaimana dengan kualitasnya?

Hijaabku memang tidak menarik, karena buat apa jika makhluk tertarik tetapi Pencipta membencinya karena hijaab yang kupakai menyimpang dari tuntunan syari’at?

Hijaabku memang tidak menarik, karena dalam surat An-Nur ayat 31 muslimah dilarang menampakkan perhiasannya kepada selain mahramnya, dan jika kuhias-hiasi hijaab-ku hingga terlihat menarik di mata selain mahramku, lantas bagaimana nasib ketaatanku kepada firman-Nya?

Hijaabku memang tidak menarik, dan bukankah hendaknya muslimah saat keluar rumah mematut dirinya di cermin untuk memastikan bahwa Allah ridha dengan hijaab-nya?
Bukankah sudah cukup peringatan Rasulullaah bahwa jika wanita keluar rumah maka syaitan akan menghiasinya?

Hijaabku memang tidak menarik, tetapi inilah salah satu caraku untuk berusaha taat pada perintah-Nya, ta’at pada tuntunan-Nya dalam berhijaab untuk menjauhkan diri dari perbuatan tabbaruj (bersolek) yang tercela.

Kita tahu fungsi hijaab???
bukankah untuk menutupi perhiasan & tidak menarik perhatian tapi kalau malah memperlihatkan perhiasan dan malah menjadi perhiasan itu sendiri serta menarik perhatian laki-laki ajnabi, maka itu bukan hijaab lagi hanya selembar kain tabaruj yang bertengger di atas kepala.

Yuk luruskan niat, perbaiki cara berhijab sesuai syariat, sungguh setan akan senang jika kita tidak berhasil dicegah utk menutup aurat tapi kita bisa diarahkan berhijab yg melenceng dari syariat.

Continue reading

28 Nasehat Ulama Menjauhkan Diri Dari Bid’ah

  1. Diriwayatkan oleh Ibnu Wadhdhah dari Al Hasan, ia berkata, “Pelaku bid’ah tidaklah bertambah kesungguhannya, baik shalat maupun puasa, melainkan dirinya bertambah jauh dari Allah.”
  2. Diriwayatkan oleh Ibnu Wahab dari Abu Idris Al Khulani, ia berkata, “Melihat api di masjid yang tidak dapat aku padamkan lebih aku cintai daripada melihat bid’ah yang tidak dapat aku rubah (menjadi benar).”
  3. Diriwayatkan dari Fudhail bin Iyyadh, ia berkata, “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan tidaklah merugikanmu karena sedikit orang-orang yang mengikutimu, jauhilah olehmu jalan-jalan kesesatan, dan janganlah tepedaya oleh banyaknya orang-orang yang celaka.”
  4. Diriwayatkan dari Al Hasan, ia berkata, “Janganlah kamu menggauli pengikut hawa nafsu, sebab ia akan menghembuskan perkara-perkara yang telah kamu ikuti darinya dalam hatimu dan kamu pasti akan celaka, dan jika kamu menentangnya maka hatimu akan tersiksa.”
  5. Diriwayatkan dari Al hasan dalam firman Allah Ta a/a, “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebe/um kamu.” (Qs. Al Baqarah [2]: 183) ia berkata, “Allah SWT telah mewajibkan puasa atas orang-orang Islam sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum mereka. Adapun orang-orang Yahudi, pasti menolaknya, sedangkan orang-orang Nasrani menganggap puasa telah membuat mereka susah. Mereka (orang-orang Nasrani) menambahkannya sepuluh hari serta mengakhirinya pada waktu yang lebih meringankan mereka dalam berpuasa.” Al Hasan ketika meriwayatkan hadits ini berkata, “Perbuatan yang sedikit sesuai dengan Sunnah lebih baik daripada perbuatan yang banyak namun dalam kerangka bid’ah.”
  6. Diriwayatkan dari Abu Qilabah, ia berkata, “Janganlah kamu menggauli para pengikut nafsu (kelompok yang sesat) dan jangan pula kamu berdebat dengan mereka, karena aku tidak merasa aman, sebab mereka akan memasukkanmu dalam kesesatan mereka serta mencampur- adukkan atasmu semua perkara yang telah kamu ketahui.” Ayyub berkata, “Mereka adalah —demi Allah— para ulama yang berakal.”
  7. Diriwayatkan dari Abu Qilabah, ia berkata, “Sesungguhnya pengikut hawa nafsu sama saja dengan pengikut kesesatan, dan aku pastikan akhir perjalanan mereka adalah neraka.”
  8. Diriwayatkan dari Al Hasan, ia berkata, “Janganlah kamu menggauli ahli bid’ah, karena ia akan membuat hatimu sakit.”
  9. Diriwayatkan dari Ayyub As-Sakhtiyani, ia berkata, “Sesungguhnya ahli bid’ah tidak bertambah kesungguhannya (beribadah) melainkan semakin menjauh dirinya dari Allah.”
  10. Diriwayatkan dari Abu Qilabah, ia berkata, “Tidaklah seseorang membuat bid’ah melainkan dihalalkan baginya pedang.”
  11. Ayyub —menyebut ahli bid’ah dengan golongan Khawarij— berkata, “Sesungguhnya orang-orang Khawarij berselisih tentang (nama) dan mereka sepakat dengan pedang (mengadakan peperangan).”
  12. Diriwayatkan dari Ibnu Wahab dari Sufyan, ia berkata, “Seorang ahli fikih berkata, ‘Aku tidak ingin menunjukkan (mengajarkan ilmu) kepada semua manusia sementara aku menyesatkan satu orang’.”
  13. Diriwayatkan oleh Ibnu Wahab dari Sufyan, ia berkata, “Perkataan tidak akan terwujud kecuali dengan perbuatan, sedangkan perkataan dan perbuatan tidak akan terwujud kecuali dengan niat. Jadi, perkataan, perbuatan, serta niat tidak akan terwujud kecuali dengan mengikuti Sunnah.”
  14. Diriwayatkan dari Al Ajiri bahwa Ibnu Sirin berkata, “Orang yang paling cepat keluar dari Islam adalah orang yang mengikuti hawa nafsu.”
  15. Diriwayatkan dari Ibrahim, ia berkata, “Janganlah kamu berrbincang- bincang dengannya, karena aku takut hatimu akan berpaling dari Islam.”
  16. Diriwayatkan dari Hisyam bin Hassan, ia berkata, “Allah tidak akan menerima puasa, shalat, haji, jihad, umrah, sedekah, dan semua amal yang wajib dan yang sunah, yang dilakukan oleh pelaku bid’ah. —Ibnu Wahab menambahkan— akan datang kepada manusia suatu zaman yang mencampuradukkan antara perkara yang hak dengan yang batil. Jika telah datang maka doa tidak lagi berarti kecuali seperti doa orang yang tenggelam.”
  17. Diriwayatkan dari Yahya bin Abu Katsir, ia berkata, “Jika kamu bertemu dengan pelaku bid’ah di jalanan, maka kamu sebaiknya melewati jalan yang lain.”
  18. Sebagian ulama salaf berkata, “Orang yang menggauli seorang pelaku bid’ah, maka terlepas darinya penjagaan, dan diserahkan semuanya kepada dirinya.”
  19. Diriwayatkan dari Awwam bin Hausyab, ia berkata kepada anaknya, “Wahai Isa, perbaikilah hatimu dan kurangilah hartamu.” Ia berkata, “Demi Allah, aku lebih senang melihat Isa duduk-duduk bersama pemusik, pemabuk, dan pelaku kejahatan, daripada melihatnya duduk-duduk bersama orang-orang yang membuat perrnusuhan.” Ibnu Wadhdhah berkata, “Yang dimaksud (orang-orang yang membuat permusuhan) dalam pernyataan tersebut adalah ahli bid’ah.”
  20. Beberapa orang berkata kepada Abu Bakar bin Ayyasy,”Wahai Abu Bakar, siapakah orang yang mulia?” la menjawab, “Orang yang apabila disebutkan tentang kesesatannya ia tidak marah sedikit pun.”
  21. Yunus bin Ubaid berkata, “Sesungguhnya orang yang terfitnah dengan perkara Sunnah, kemudian diterima oleh orang yang asing, maka pelakunya lebih asing darinya.”
  22. Diriwayatkan dari Yahya bin Abu Umar Asy-Syaibani, ia berkata, “Sesungguhnya telah dikatakan bahwa Allah tidak akan menerima pelaku bid’ah dengan tobatnya dan seorang pelaku bid’ah hanya dapat berpindah ke tempat yang lebih buruk darinya.”
  23. Diriwayatkan dari Abu Al Aliyah, ia berkata, “Pelajarilah Islam, dan jika kamu telah mempelajarinya maka janganlah kamu meninggalkannya, dan berpegang teguhlah pada jalan yang lurus, karena itu adalah Islam. Janganlah kamu berbelok ke kanan dan ke kiri serta ikutilah Sunnah Nabimu dan semua perkata yang dijalankan oleh para sahabat beliau sebelum mereka membunuh sahabat-sahabat mereka sendiri dan sebelum mereka berbuat seperti yang telah mereka perbuat. Telah dibacakan kepada kita Al Qur’an sebelum mereka membunuh sahabat-sahabat mereka sendiri dan sebelum mereka berbuat seperti yang telah mereka perbuat. Jauhilah olehmu ajaran yang menyesatkan, yang menghembuskan perselisihan dan permusuhan di antara manusia.” Disebutkan hadits tersebut kepada Al Hasan, ia lalu berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Ia memang benar.” Diriwayatkan pula oleh Ibnu Wadhdhah dan yang lain. Malik sering membaca syair, Sebaik-baik perkara agama adalah yang sesuai Sunnah Seburuk-buruknya perkara adalah yang dibuat-buat dan perkara bid’ah.
  24. Diriwayatkan dari Muqbil bin Hayyan, ia berkata, “Pelaku ajaran sesat adalah bencana umat Muhammad SAW. Sesungguhnya mereka mengagungkan Nabi SAW dan keluarganya untuk menjerat dengan sebutan yang baik tersebut dihadapan orang-orang bodoh, kemudian menggiring mereka pada kekeliruan dan kehancuran. Mereka sama seperti orang yang menuangkan getah pohon Sibir dan mengatakan bahwa hal itu adalah madu, serta orang yang menuangkan racun yang mematikan dan mengatakan bahwa itu adalah penawar racun. Oleh karena itu, beritahulah mereka, karena jika kamu tidak tenggelam di lautan air, kamu pasti tenggelam di lautan kesesatan yang lebih dalam dasarnya, lebih dahsyat goncangannya dan lebih banyak halilintarnya, atau seperti lautan serta unsur yang terdapat di dalamnya yang sulit dilukiskan. Jadi, terbelahlah niat yang kamu gunakan untuk melintasi gelombang kesesatan dengan mengikuti Sunnah.”
  25. Diriwayatkan dari Ibnu Mubarak, ia berkata, “Ketahuilah saudaraku semuanya! Sesungguhnya kematian adalah rahmat bagi setiap muslim yang berjumpa Allah dengan membawa pahala Sunnah. Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali. Kepada Allah kita mengadukan tentang kesusahan kita, kepergian para saudara kita, sedikitnya para penolong kita, dan timbulnya bid’ah di antara kita. Hanya kepada Allah kita mengadukan bencana yang besar ini; dengan kepergian para ulama dan Ahlus-Sunnah serta munculnya bid’ah.”
  26. Ibrahim At-Taimi berdoa, “Ya Allah, lindungilah aku dengan agama- Mu dan Sunnah nabi-Mu dari perselisihan dalam perkara yang hak, dari mengikuti hawa nafsu, dari jalan-jalan kesesatan, dari perkara- perkara yang syubhat, serta dari keraguan dan perpecahan.”
  27. Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, bahwa ia menulis surat yang isi, “Sesungguhnya aku memperingatkan kalian untuk tidak condong kepada para pengikut kesesatan dan penyimpangan yang menyesatkan.”
  28. Perkataan Umar di atas mimbar (ketika orang-orang membaiat Umar) setelah ia memuji Allah dan mengagungkan-Nya: “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya tidak ada nabi setelah Nabi kalian, tidak ada kitab setelah kitab kalian, tidak ada Sunnah setelah Sunnah Nabi kalian, dan tidak ada umat setelah kalian. Ketahuilah, sesungguhnya perkara yang halal adalah yang telah dihalalkan Allah dalam kitab-Nya atas lisan Nabi-Nya, maka hukumnya tetap halal hingga Hari Kiamat. Ketahuilah pula bahwa perkara yang haram adalah yang diharamkan Allah di dalam kitab-Nya atas lisan Nabi-Nya, maka hukumnya tetap haram hingga Hari Kiamat. Sesungguhnya aku tidak membuat sesuatu yang baru, tetapi hanya mengikuti. Aku bukanlah seorang pembuat hukum tetapi hanya menjalankannya. Aku bukanlah pengumpul pajak, tetapi hanya meletakkannya sebagaimana yang telah diperintahkan. Aku bukanlah orang yang paling baik di antara kalian, tetapi orang yang paling berat menanggung beban. Ketahuilah, tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta.” Setelah itu ia turun dari mimbar.

Continue reading

Dialog dengan Ustadz Syiah Tema Wasiat Ali Dari Rasulullah

Kunjungan wanita Syiah

Setelah selesai shalat Isya’ beberapa menit kemudian datanglah mereka kerumah aisyah. Tapi aisyah lihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya. Berjubah putih dan imamah hitam.
Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yg akan mereka andalkan dalam mendakwahi kami sekeluarga.

Wanita2 itu beri salam dan aisyah jawab salamnya dgn senyum tapi aisyah tidak langsung persilahkan masuk rumah.

saya: afwan ukh, tunggu dulu. sebelum masuk rumah, aisyah harus minta izin dulu pd mahram aisyah. sebab kalian membawa seorang lelaki.

mereka mengangguk saja dan senyam senyum manis.

saya: bang, apakah laki2 ini boleh masuk?
abang: boleh.. biar abang yang menemani kalian.

kemudian masuklah mereka semua. dan memperkenalkan laki2 yg ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki2 itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.
singkat cerita, setelah basa basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

tamu: mbak aisyah nama lengkapnya siapa?
saya: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila. kenapa ya ukh?
tamu: waaaw panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dngn nama yg lain. bagaimana jika kami panggil dgn salsa saja?

aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama aisyah. sebab serupa dengan nama istri rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin.. na’udzu billah min dzalik

saya: (senyum2) boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukh?
tamu: kami tidak menyukai nama itu sebab ………. (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek2kan ummul mukminin).

tiba2 si laki2 yg mereka ajak itu ustad syiah (US) angkat suara.

US: aisyah itu adalah pendusta dan pezina. semoga Allah membakarnya di neraka.

**mendengar ucapan org bodoh ini mata aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian aisyah tundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pd Allah agar dikuatkan mendengar fitnahan dari mulut2 yg masih jahil. kemudian setelah tenang, aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah2 aisyah tidak tau ttg hal itu.

saya: masya Allah, benarkah begitu ustad?
us: benar. dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

aduuuh air mata aisyah menetes mendengar ucapan org ini. dalam hati bagai tersayat2.. seorang ibu dihina di depan anak2nya. rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. aisyah lihat abang aisyah sudah genggam2 tangan dan menahan geram. sebelumnya aisyah sudah ingatkan kepada abang aisyah bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas, aisyah minta abg tetaplah sabar ya. iya katanya. abg aisyah berpostus tinggi besar dan mantan orang jahat di kalimantan tapi penjahat dapat hidayah. alhamdulillah dia bisa tenang kali ini.

saya: astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?
tamu: kok fitnah mba? itu nyatanya. nih kami bawa kitab tafsirul iyas (kitab syiah) didalamnya terdapat bukti. bahkan abdullah bin abbas mengatakan aisyah adalah seorang pelacur. ini ada kitabnya.

dia keluarkan kitab tapi aisyah lupa nama kitabnya, ada rijal2nya gitu nama kitabnya. ma’rifat rijal klu tdk salah.
dan aisyah lihat memang isinya benar spt yg mereka ucapkan.

singkat cerita, mereka terus menghina aisyah dan sahabat. sampai telinga ini spt sudah bengkak.
akhirnya aisyah tidak tahan dan katakan pada mereka.

saya: sebentar ustad, aisyah mau ambil kitab syiah punya aisyah. ada yang ingin aisyah tanyakan mengenai isinya.
us: silahkan.

aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka. mereka orang yg cerdas atau cuma bisa ngomong besar.
dan pertanyaan ini juga pernah ditanya oleh syaikh adnan kepada seorang syaikh syiah, tapi syaikh syiah malah bingung jawabnya.

saya: nih dia kitabnya.
us: oh saya juga punya itu, al ghaibah , kebetulan saya bawa hehe.
saya: oh iya, kebetulan..
tamu: hehe Allah memudahkan urusan kita hari ini.

senyum2 kecil aisyah melihat tingkah laku mereka.
aisyah: begini ustad, di dalam kitab ini ada di sebutkan ttg beberapa wasiat rasul kepada imam ali. benarkah ini ustad?
us: halaman berapa?
aisyah: 150 no 111
us: sebentar saya lihat.
us: ya. benar. lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

saya: masih berlakukah wasiat ini ustad?
us: tentu, sampai hari kiamat.

saya: didalam kitab ini rasul berwasiat
“yaa ‘aliy anta washiyyi ‘ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa ‘ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana baru-un minha”.

us: hmmm,, hmmm,,
saya: benarkah ini ustad?
us: bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

saya: isi wasiat ini adalah
“wahai ‘aliy engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul bait) baik itu yg masih hidup maupun yg sudah wafat antara mereka, dan juga ISTRI2KU. siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. dan barang siapa yang aku ceraikan maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar.”
benarkah ini ustad..

us: benar ini wasiatnya.
saya: yg ingin saya tanyakan, apakah aisyah istri rasulullah itu pernah dicerai oleh rasulullah?
us: hhhmmm tidak..
saya: apakah aisyah di pertahankan rasulullah sampai rasulullah wafat?
us: hmmm ya benar..
saya: lalu kenapa tadi ustad bilang aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini aisyah tergolong orang yang masuk surga??
us: hmmm bukan seperti itu maksud dari wasiyat ini mba salsa. hmmm hmmm..

aisyah senyum melihat tingkah si ustad dan aisyah lirik wanita2 syiah itu mulai hilang senyumnya.

Continue reading

Mini Biografi Ustadz Firanda Andirja Dilihat Dari Pendengar Ceramahnya

Bumi Islam  – Sisi yang menarik dari ceramah kajian Ust. Firanda Andirja

Tulisan ini, saya ambil dari observasi kajian Ust. Firanda baik secara langsung maupun tidak langsung baik melalui kajian ceramah kaset, MP3, MP4, radio, youtube, televisi, dll selama kurun waktu 15 tahun dari tahun 2000 hingga tahun ini. Tulisan ini saya buat sesingkat mungkin, sebab jika menjabarkan lebih luas, penulis terbatas dalam waktu dan ilmu.
Lalu sisi apa saja yang menarik dari ceramah kajian Ust. Firanda Andirja, berikut ini kami mengulasnya secara singkat ;
1. Fasih
Sebenarnya point ini sudah mencukupi. Beliau membawakan ceramah begitu fasih, seakan – akan air mengalir dengan derasnya tanpa adanya penghalang. Fasih dalam membawakan dalil, perkataan para ulama, dan beliau mampu padukan keduanya secara seimbang dalam sebuah pembahasan.

2. Diksi (pemilihan kata) yang tepat
Beliau membawakan cermah dengan kata – kata dan kalimat yang tersusun rapi, tepat sasaran, sesuai konteks dengan siapa yang diajak bicara.

3. Intonasi
Layaknya seorang orator, beliau pun ketika berceramah memperhatikan intonasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Beliau tidak hanya membawakan dalil – dalil semata namun juga beliau padankan dengan intonasi, sehingga dalil – dalil tersebut menjadi lebih mengena dan enak didengarkan.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.