Nasehat Agar Berhati Hati dalam Mendakwahkan hadist dari Syaikh Albani

Satu hal yang penting yang ingin aku (Al Albani) kemukakan adalah bahwa sunnah yang begitu penting kedudukannya dalam syari’at ini hanyalah sunnah yang shahih, setelah diteliti dengan cara-cara ilmiah dan diketahui oleh ahlul ilmi tentang hadits dan perawi-perawinya. Bukanlah maksudnya hadits yang terdapat dalam kitab-kitab mazhab yang beraneka ragam itu baik dalam masalah tafsir, fikih, targhib wattarhib, raqaiq, nasehat-nasehat dan lainnya.

Karena dalam kitab-kitab tersebut banyak terdapat hadits yang dhaif (lemah) dan munkar bahkan maudhu’ (palsu), sebagian lagi ada riwayat yang tidak bisa diterima oleh Islam seperti hadits Gharanik, Harut dan Marut. Aku (Al Albani) mempunyai risalah khusus dalam menolak kisah gharanik. Dan sebagian besarnya telah aku bawakan dalam silsilah hadits dha’ifah dan maudhu’ah yang jumlahnya saat ini telah mencapai 4000 hadits. Mencakup hadits dha’if dan maudhu’.

 

Wajib atas ahlul ‘ilmi terutama yang sudah berdakwah dan menyebarkan fatwa-fatwanya agar jangan berhujjah dengan hadits kecuali setelah meyakini shahihnya hadits tersebut. Karena biasanya kitab-kitab fikih yang dijadikan rujukan penuh dengan hadits yang lemah, mungkar dan tidak ada sanadnya sebagaimana telah diketahui oleh para ulama.

Sumber: http://www.salaf.web.id/623/kedudukan-sunnah-rasulullah-shalallahualaihi-wassallam-dalam-islam-bagian-2-buletin-al-atsary.htm

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s