Apa benar Hadist Jamaah Shalat Jumat Harus 40 Orang?

Jumlah Jama’ah Shalat Jum’at sejak lama sering jadi perselisihan. Sebenarnya apakah memang harus 40 orang? Berikut beberapa pendapat tentang jumlah minimal jama’ah Shalat Jum’at :

Pertama,

Tidak diadakan kecuali minimal 40 orang yang diwajibkan shalat Jum’at. Ini adalah pendapat madzhab Maliki, Syafi’i dan yang masyhur dalam madzhab Ahmad. Dalilnya adalah Hadits Ka’ab bin Malik,

“As’ad bin Zararah adalah orang pertama yang mengadakan shalat Jum’at bagi kami di daerah Hazmi dari harrah Bani Bayadhah di daerah Naqi’ yang terkenal dengan Naqi’ Al Khadhamat. Saya bertanya kepadanya, Waktu itu berapa jumlah kalian ?”, dia menjawab, ‘Empat puluh’” (HR. Abu Dawud no.1069, Ibnu Majah no. 1082 dan lainnya, hadits ini dihasankan oleh Abu Ishaq Al Huwaini dalam Ghauts Al Makdud bi Takhrij Muntaqa Ibni Al Jarud)

Kedua,

Harus ada 12 orang dari yang diwajibkan Jum’at, mereka berdalil dengan hadits Jabir, “Rasulullah berdiri berkhutbah pada hari Jum’at, lalu datanglah rombongan dari Syam, lalu orang – orang pergi menemuinya sehingga tidak tersisa kecuali dua belas orang” (HR. Muslim no. 863)

Ketiga

Disyaratkan paling sedikit tiga orang; seorang Khatib dan 2 orang pendengarnya. Demikian riwayat dari Imam Ahmad, Al Hasan Al Bashri, Abu Yusuf dan salah satu pendapat Sufyan Ats Tsauri.

Adapun dalilnya adalah hadits Abu Ad Darda’ sebagai berikut, “Tidak ada dari 3 orang di satu perkampungan atau pedalaman, (lalu) tidak ditegakkan padanya shalat, kecuali setan akan menguasai mereka” (HR. Abu Dawud no. 537 dan An Nasa’i 2/106, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Keempat

Sah diadakan oleh 2 orang atau lebih. Mereka menyatakan, telah dimaklumi bahwa shalat Jama’ah selain Jum’at sah dilakukan dua orang saja secara ijma’ dan shalat Jum’at sama dengan shalat Jama’ah lainnya. Barangsiapa yang mengeluarkan dari shalat jama’ah lainnya harus mendatangkan dalil dan tidak ada dalil yang tegas dalam masalah ini. Pendapat ini dirajihkan oleh Imam Ibnu Hazm (Al Muhalla 5/45), Asy Syaukani (Nailul Authar), Shidiq Hasan Khan dan Al Albani (Al Ajwiba An Anfi’ah hal. 44).

Maka sudah jelas ilmu yang sudah disampaikan oleh para ulama. dua orang pun sudah sah dilakukan shalat jumat. Namun bagi yang berpendapat 40 orang, juga sudah diterangkan di atas. So, yang penting masing masing pendapat memiliki landasan dalil yang kuat berdasar pendapat ulama.

 

Maraji’ :

Diringkas dari tulisan Ustadz Abu Asma Khalid bin Syamhudi pada Majalah As Sunnah Edisi 02/VIII/1425H/2004M, Penerbit : Yayasan Lajnah Istiqamah Surakarta.

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s