Belajar berislam kepada Khalifah Islam Abu Bakar Pada Kisah Pasukan Usamah bin Zaid

Bumi Islam – Sebelum Wafat, Rasulullah shallallahu alahi wasallam meminta Usamah bin Zaid untuk memimpin pasukan tentara dibawah pimpinannya menuju Syiria dengan segala perlengkapan yang telah disediakan,Namun apa yang terjadi? Pasukan ini terpaksa ditangguhkan Karna Rasulullah shallallahu alahi wasallam Wafat, dan kemudian terjadi pertikaian Mengenai pasukan tentara ini,Umar bin khattab melihat pengiriman ini suatu yang sangat berbahaya , sebab kota madinah sendiri sedang terancam oleh serangan orang-orang Murtad, dan mimintanya untuk kembali kemadinah untuk menghadapi serbuan yang tak disangka-sangka.

Apa jawaban dari Abu Bakr ash-Shiddiq yang baru saja dilantik menjadi khalifah ini?
Abu Bakr ash-Shiddiq berkata kepada khalayak ramai, ” Hai orang Mukmin yang mengankat Usamah sebagai pemimpin tentara ini, ialah Rasulullah shallallahu alahi wasallam, sedang para sahabat menerimanya selagi Rasulullah shallallahu alahi wasallam Masih hidup! Maka patutkan Saya memecat seorang pemimpin yang telah diangkat Oleh Rasulullah shallallahu alahi wasallam? ” Demi Allah Walaupun saya akan disambar oleh serigala-serigala, saya akan melaksanakan sebagaimana diperintahkan Rasulullah shallallahu alahi wasallam dan saya takkan melanggar putusan yang telah ditetapkannya “

Namun setelah Abu Bakr ash-Shiddiq berkata kepada khalayak ramai diatas,Sebagian kaum Muslimin yang dipimpin Umar bin Khattab kembali datang dan meminta kepada Abu bakar agar yang diangkat sebagai panglima pasukan itu bukan Usamah, sebab ia seorang anak Muda yang masih hijau dengan segala pengalaman yang masih terbatas, juga memintanya menggantikan kepada Para sahabat yang telah senior dan Utama.

 

Dilihatnya yang menjadi tokoh pengusul ini adalah Umar bin khattab, Maka Abu bakar seorang yang sangat bijak , tenang, sabar dan penyayang Turun Dan melompat dari tempatnya lalu memegang Jenggot umar seraya katanya ” Celaka engkau , hai Anak khattab , patutkah kamu menyuruh saya memecatnya, padahal Rasulullah shallallahu alahi wasallam sendiri yang telah mengangkatnya? “.

Kemudian sngkat kata . ia bangkit dan dengan diiringi oleh Umar ia pergi keperkemahan para tentara dan menyuruhnya untuk bergegas berangkat menuju keberkahan Allah, lalu dengan singgatnya Pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin zaidpun menang melawan kaum kafir, [Mengenal pola kepemimpin Umat dari Karakteristik peridupan khalifah Rasullullah, Oleh khalid Muhammad khalid , cetakan VIII hal 70/ 84]

————————————————-

Apa Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas? Bahwasannya Para sahabat yang telah Allah dan Rasulullah shallallahu alahi wasallam janjikan Syurga untuknya saja, tak pernah berani melanggar apa yg telah ditentunkan oleh Rasulullah shallallahu alahi wasallam kepadaNya, Walupun logikanya Baik, Bagaimana dengan Kita yang sering menganggap ibadah-ibadah yang kita lakukan Baik? Padahal belum tentu Allah dan Rasul-Nya Ridha kepada kita? Apakah kita merasa kita lebih Mulia dari mereka Para sahabat Nabi sehingga kita berani melanggar apa yang telah di tentukan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kita? Sejauh manakah kecintaan kita dan keimanan kita di banding Para sahabat Nabi? apakah kita sudah dijamin Masuk Syurga. lantas kita berani membuat suatau Amaliyyah yang tidak pernah di Contohkan oleh Rasulullah dan Parahnya lagi kita sendiri yang berani menggangap Amaliyyah kita ini benar di hadapan Allah dan Rasul-Nya?

————————————————
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa yang bersuri tauladan maka hendaklah bersuri tauladan dengan orang yang sudah meninggal, karena sesungguhnya orang yang masih hidup tidak aman dari tertimpa fitnah atasnya, merekalah para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka adalah orang-orang yang termulia dari umat ini, yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit untuk berbuat yang mengada-ngada, Allah telah memilih mereka untuk bershahabat dengan nabiNya, untuk menegakkan agamaNya, maka ketauhilah keutamaan mereka yang mereka mililki, ikutilah jalan-jalan mereka, dan berpegang teguhlah semampu kalian akan budipekertibudi pekerti mereka dan sepak terjang mereka, karena sesungguhnya mereka diatas petunjuk yang lurus”. [Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ bayan Al ‘Ilmi wa Ahlih dan Ibnu Atsir dalam Jami’ Al Ushul Fi Ahadits Ar Rasul]

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s