Penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang Haramnya Musik dalam Islam

Allah ta’ala telah mentaqdirkan dan Allah ta’ala berbuat sesuai kehendak-Nya; ketika berada di sebuah toko, atau sebuah bis atau di tempat tertentu, TANPA SENGAJA ana mendengarkan alunan-alunan musik yang indah, dengan lirik-lirik yang manis dan tidak jarang sesuai dengan suasana hati, tanpa sadar terkadang air mata pun menetes.

BUKAN, tetesan air mata itu bukan karena indahnya alunan musik tersebut, bukan pula karena liriknya yang manis atau kebetulan cocok dengan suasana hati. Akan tetapi karena haru dengan HIDAYAH yang Allah ta’ala berikan, bagaimana bisa hati yang dulu sangat mencintai lagu-lagu dan musik, bahkan sampai memenuhi jiwa dan raga, namun dengan hidayah Allah tabaraka wa ta’ala ternyata dengan mudah dapat ditinggalkan bahkan dibenci.

 

NYANYIAN DAN MUSIK MEMANG INDAH DAN DAPAT MEMPERDAYA JIWA YANG LALAI

Sebagaimana dahsyatnya godaan wanita terhadap laki-laki yang sanggup menghilangkan akal sehatnya, demikian pula godaan musik terhadap jiwa manusia, ia bagaikan khamar bagi jiwa, sanggup menghilangkan akal dan mematikan hati. Inilah penuturan sang dokter hati.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
و الْمَعَازِفُ هِيَ خَمْرُ النُّفُوسِ تَفْعَلُ بِالنُّفُوسِ أَعْظَمَ مِمَّا تَفْعَلُ حُمَيَّا الْكُؤُوسِ
Dan alat-alat musik itu adalah KHAMARnya jiwa, pengaruhnya lebih dahsyat dibanding khamar dalam gelas.” [Majmu’ Al-Fatawa, 10/417]
Sebagaimana mantra para penyihir dapat berpengaruh buruk -dengan izin Allah ta’ala-, demikian pula nyanyian dapat mengantarkan kepada zina penglihatan, pendengaran, hati dan mungkin lebih daripada itu
.

Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) juga berkata,
فَالْغِنَاءُ رُقْيَةُ الزِّنَا
“Nyanyian itu adalah mantra perzinahan.” [Ibid, 10/418]
Sampai-sampai para pecinta musik itu dapat bergetar jiwanya, tergerak hatinya dan bangkit semangatnya ketika mendengarkan nyanyian [termasuk nasyid] namun ketika mendengarkan Al-Qur’an tidak ada atau sedikit sekali pengaruhnya dalam diri mereka.

Beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah) juga berkata,
وَلِهَذَا يُوجَدُ مَنْ اعْتَادَهُ وَاغْتَذَى بِهِ لَا يَحِنُّ إلَى الْقُرْآنِ وَلَا يَفْرَحُ بِهِ وَلَا يَجِدُ فِي سَمَاعِ الْآيَاتِ كَمَا يَجِدُ فِي سَمَاعِ الْأَبْيَاتِ ؛ بَلْ إذَا سَمِعُوا الْقُرْآنَ سَمِعُوهُ بِقُلُوبٍ لَاهِيَةٍ وَأَلْسُنٍ لَاغِيَةٍ وَإِذَا سَمِعُوا سَمَاعَ الْمُكَاءِ وَالتَّصْدِيَةِ خَشَعَتْ الْأَصْوَاتُ وَسَكَنَتْ الْحَرَكَاتُ وَأَصْغَتْ الْقُلُوبُ وَتَعَاطَتْ الْمَشْرُوبَ
“Oleh kerana itu, ada orang-orang yang sudah terbiasa mendengarkan nyanyian dan merasa puas dengannya; tidak tertarik untuk mendengar Al-Qur’an dan tidak pula bahagia dengannya. Dia tidak terkesan ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana ketika mendengar lirik-lirik lagu.

Bahkan, jika mereka mendengar Al-Qur’an, mereka mendengarnya dengan hati yang lalai dan lisan yang kosong. Tetapi, apabila mereka mendengar tepukan dan tiupan musik, maka mereka dengarkan dengan seksama, diam terpaku, jiwa membisu, seraya meneguk minuman (khamar jiwa).” [Majmu’ Al-Fatawa, 11/568]

NYANYIAN DAN MUSIK TERMASUK NIKMAT SURGA, JANGAN DINIKMATI DI DUNIA. Mau tahu bagaimana bisa nyanyian dan musik menjadi nikmat di SURGA, baca pembahasannya disini mas …

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s