Beragamalah sesuai tuntunan Rasul, bukan sesuai tuntunan keturunan Nabi

Nggak jaminan, ada label habibnya pasti bener.. pasti sesuai sunnah amalannya..

Orang yang dekat dengan Nabi bukanlah jaminan ia di atas Sunnah, termasuk pula keturunan beliau.

Lihat saja Abu Jahl & Abu Tholib, semuanya dekat dan jadi keluarga dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun apakah mereka beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti Islam? Jawabnya, tidak.

 

Abu Jahl jelas kafirnya. Begitu juga Abu Tholib mati dalam keadaan mengikuti ajaran Abdul Muthollib.

Jadi bersikap kritislah dalam beragama. Beragamalah sesuai tuntunan Rasul, bukan sesuai tuntunan keturunan Nabi. Itulah yang diperintahkan pada kita.

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

“Barangsiapa yang lamban amalnya, maka nasabnya tidak bisa mengejarnya” (HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah).

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s