Prof. Andy Bangkit: Alasan Salafi Tidak Golput di Pilpres 2014

Partisipasi dalam Pemilu masih menuai pro dan kontra dikalangan du’at Salafiyyin saat ini. hal ini terjadi karena melihat dari sudut pandang yang berbeda. Pihak yang pro mencoblos berlandaskan pada situasi darurat dan jumhur ulama menganjurkan untuk turut serta dalam Pemilu untuk mengurangi mudharat yang lebih besar.

Hanya saja, pihak yang pro Golput tidak mampu untuk memahami hal demikian. Menurutnya, haram secara mutlak bagi seorang muslim untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Tanpa melihat dan menimbang kondisi yang ada, tanpa menggali data-data dilapangan dan tanpa membuka dan mempelajari fatwa ulama yang menganjurkan untuk berpartisipasi dalam Pemilu.

Ustadz Fakhruddin Abdurrahman VS Ustadz Yusuf Utsman Baisa

Dalam sebuah artikel tulisan Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc yang dimuat di http://kristaliman.wordpress.com/2014/06/12/tidak-ada-paradigma-takfiri-yang-melandasi-sikap-golput-sebagian-salafy/ terdapat sebuah bantahan kepada tulisan Ustadz Yusuf Utsman Baisa, Lc. yang telah dimuat di gemaislam.com

Dari artikel tersebut saya memberikan beberapa catatan kecil kepada Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc. Sebenarnya ini sangat berat untuk dilakukan, tetapi harus segera ditunaikan karena menyangkut maslahat umat.

Catatan Kecil

Berikut ini catatan kecil saya untuk artikel yang ditulis oleh Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc:

Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc berkata:

Pertama: Pilpres kali ini bukanlah sarana yang baik untuk memperjuangkan Islam. Salafiyyin semenjak dulu berkeyakinan bahwa Islam akan jaya dengan dakwah tauhid, bukan dengan demokrasi dan pemilihan, namun dengan mengajak dan mengajarkan kaum muslimin kembali pada agamanya, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر، ورضيتم بالزرع ، وتركتم الجهاد، سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم” (رواه الإمام أحمد وأبو داود وغيرهما وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة

“Jika kalian berdagang dengan sistim ‘inah (salah satu sistim riba), sibuk dengan peternakan, lebih ridho terhadap pertanian dan meninggalkan jihad, maka Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian” ( Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Abu Daud dan yang lainnya, dishohihkan oleh Al-Albani)
Saya Menjawab:
Kami Salafi yang menggunakan hak pilih pada kesempatan ini tidak pernah berpikir menggunakan Pemilu ini sebagai sarana memperjuangkan Islam. Tetapi kami hanya membendung kemudharatan yang jauh lebih besar dengan “menelan” kemudharatan yang lebih kecil. Apa itu?. Dipimpinnya sebagian kaum muslimin saudara-saudara  kami oleh orang Kafir sedangkan kami sesungguhnya bisa mencegah itu, biidznillah.
Kemudian hilangnya penunaian amanah oleh Bapak Jokowi sebagai seorang muslim yang akan menjerumuskan dia ke dalam dosa dan maksiat yang besar, sedangkan kami sesungguhnya bisa mencegah itu, biidznillah.
Apakah ada bukti bahwa kami mengklaim Pemilu ini adalah sarana memperjuangkan Islam? Tidak ada…dan itulah beda keputusan ikut Pemilu yang diambil oleh seorang salafi dan seorang hizbi.
Ini adalah bentuk nyata pengamalan hadits menolong saudara kami baik yang didzalimi maupun yang berbuat dzalim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِماً أَوْ مَظْلُوْماً
“Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat dzalim ataupun yang didzalimi.” (HR. Bukhari)
Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc berkata:
Kedua: Ikut terlibat dalam keruwetan politik pada hari ini, dengan komentar dan tulisan yang tak jarang keluar dari prinsip manhaj salaf adalah sebuah kemunduran dan mengutamakan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak ada manfaatnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَيَعْنِيْه (حديثٌ حَسنٌ، رواه التِّرمِذيُّ

“Di antara tanda bagusnya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan; diriwayatkan oleh at-Turmudzi)
Ketiga: Kemudharatan demokrasi dan pemilu lebih besar dan lebih nyata dari pada kemudharatan perkembangan syi’ah, liberal dan orang-orang kafir di negeri ini, saat ini.

Salah satu kemudharatan yang sudah tampak nyata saat ini adalah terganggunya barisan du’at salafiyyin.

Saya Menjawab:

Sesungguhnya kemunduran dan terganggungnya barisan duat Salafiyin itu karena sebagian rekan-rekan kami tidak bisa menerima perbedaan yang sudah nyata dalam masalah ijtihadiyah ini dan kemudian menyerang sebagian salafiyin yang berpegang pada pendapat berbeda. Itulah penyebabnya….bukan politik itu sendiri tetapi sikap jumud dan kolot sebagian salafiyin. Bahkan pada kenyataannya, sebagian ikhwah bahkan yang diustadzkan oleh mereka menghiasi hari-harinya dengan huncaman kata-kata  yang buruk dan kotor dengan menyebut kami sebagai Kabayan, Mata Duitan dan sebagainya.

Ustadz Fakhruddin Abdurrahman, Lc berkata:

Keempat: Obat yang paling manjur untuk menangkal kemudharatan perkembangan syi’ah, liberal dan kekufuran di negeri ini, saat ini adalah dengan memperluas dan mempergencar dakwah yang hak, membuka mata kaum muslimin tentang kesesatan mereka.
Saya Menjawab

Saya katakan: Betul…tapi ketika musuh ada di depan mata apakah kita semua harus berdiam? Bukankah Allah telah memerintahkan kita sebagiannya untuk masuk ke medan perang dan sebagiannya menuntut ilmu, dan tidak pernah Allah perintahkan sebagiannya mencela dan memberikan julukan yang buruk kepada yang lain?.
Demikian catatan kecil ini. Semoga Allah Ta’ala menyatukan barisan kita dan mengampuni dosa-dosa kita semuanya. aamiin. (bms)
Oleh: Prof. Andy Bangkit Setiawan, Ph.D

Sumber tulisan Prof. Andy Bangkit: Alasan Salafi Tidak Golput di Pilpres 2014 : http:// gemaislam . com/rubrik/aktualita/2515-catatan-kecil-untuk-tulisan-ustadz-fakhruddin-abdurrahman-lc-terkait-pemilu#

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s