Mini Biografi Ustadz Firanda Andirja Dilihat Dari Pendengar Ceramahnya

Bumi Islam  – Sisi yang menarik dari ceramah kajian Ust. Firanda Andirja

Tulisan ini, saya ambil dari observasi kajian Ust. Firanda baik secara langsung maupun tidak langsung baik melalui kajian ceramah kaset, MP3, MP4, radio, youtube, televisi, dll selama kurun waktu 15 tahun dari tahun 2000 hingga tahun ini. Tulisan ini saya buat sesingkat mungkin, sebab jika menjabarkan lebih luas, penulis terbatas dalam waktu dan ilmu.
Lalu sisi apa saja yang menarik dari ceramah kajian Ust. Firanda Andirja, berikut ini kami mengulasnya secara singkat ;
1. Fasih
Sebenarnya point ini sudah mencukupi. Beliau membawakan ceramah begitu fasih, seakan – akan air mengalir dengan derasnya tanpa adanya penghalang. Fasih dalam membawakan dalil, perkataan para ulama, dan beliau mampu padukan keduanya secara seimbang dalam sebuah pembahasan.

2. Diksi (pemilihan kata) yang tepat
Beliau membawakan cermah dengan kata – kata dan kalimat yang tersusun rapi, tepat sasaran, sesuai konteks dengan siapa yang diajak bicara.

3. Intonasi
Layaknya seorang orator, beliau pun ketika berceramah memperhatikan intonasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Beliau tidak hanya membawakan dalil – dalil semata namun juga beliau padankan dengan intonasi, sehingga dalil – dalil tersebut menjadi lebih mengena dan enak didengarkan.

 

4. Selalu membawakan sesuatu yang baru
Saat kita haus – hausnya untuk minum, beliau membawakan variasi minuman yang menyegarkan, mahal, enak, dan bergizi. Begitulah rasanya, wejangan – wejangan yang selalu baru, up to date, apalagi yang menjadi trend masyarakat.

5. Beliau membawakan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, bahkan yang luar biasa menjadi lebih luar biasa.
Bisa dibayangkan tatkala kita mengkaji sebuah pembahasan, beliau mampu membawakan bahasan tersebut dengan panjang lebar dalam waktu yang singkat. Sesuatu tidak menarik mulanya, namun menjadi semakin menarik untuk dipelajari.

6. Wejangan yang menyentuh tapi tidak menusuk
Beliau mengajak hati – hati ini dengan sentuhan2 halus, sehingga tidak menusuk.

7. Fasih dalam tulisan pula
Kelebihan beliau selain mantap dalam lisan, tapi juga tulisan. Tulisan2 beliau begitu berbobot, mudah dipahami, beralur, sistematis, lebih2 dalam membantah. Kemampuan beliau dalam menulis secara analisis yang terpadu dengan ceramah menjadikan kualitas ceramah semakin berbobot.

8. Cocok untuk semua kalangan
Ceramah beliau cocok untuk untuk orang yang awam, baru ngaji, bahkan yang sudah lama ngaji. Baik dari pengangguran hingga kalangan pejabat, artis, dan pengusaha.

9. Bahasan beliau begitu mudah diterima oleh akal
Masalah ilmu yang rumit beliau mampu urai satu per satu, sehingga hasil uaraian tadi mampu dicerna oleh akal. Seakan – akan bahasan yang rumit tadi menjadi enteng dan encer.

10. Interaktif
Sekalipun beliau ceramah monolog, akan tetapi isi ceramah beliau mengajak pendengar untuk berpikir, merenung, dan mengajak berkomunikasi via mata hati. Kepandaian beliau dalam interaktif ini dipengaruhi oleh gaya bahasa penyampaian yang lugas, berisi, dan mencerahkan. Bahasa yang beliau gunakan dengan ungkapan …” coba renungkan ….coba perhatikan….” membuat pendengar berkonsentrasi terhadap hal yang dibawakan.

11. Membawakan ceramah dengan penuh keceriaan, canda, pada hal – hal yang serius
Beliau tatkala membantah syiah, jamaah tahdzir, khawarih gaya baru, beliau lakukan dengan pendekatan memadukan antara serius dan canda. Sehingga otak ini yang beku bisa mencair.

12. Wejangan yang tidak menggurui
Ini sulit sekali bisa ditiru. Tatkala seseorang mengajak, seakan – akan dia menggurui, karena tidak pandai dalam menggunakan “kecanggihan” berbahasa, sehingga pendengar akan mengatakan dalam hati …”apa iya, ia sudah lakukan untuk dirinya ?”, yang implikasinya dalil akan sulit diterima.

13. Kepandaian beliau membangunkan hati
Tidak hanya threeji saja, atau G-4 yang baru ditemukan, namun ceramah beliau mampu mengajak mata hati ini menjadi hidup, bangun, berjalan, berlari, naik pesawat, bahkan mengajak mata hati ini untuk tamasya ke surga.

14. Sering menggunakan konsekuensi logis
Baik dalam menyampaikan suatu dalil dan juga bantahan, beliau kerapkali menggunakan bahasa konsekuensi logis. Yang dengan konsekuensi logis tersebut, pendengar akan mampu menganalogikan dalam kasus serupa.

15. Membawakan dengan contoh – contoh
Beliau tatkala membangun sebuah konsep sehingga mudah diikuti, beliau membawakan contoh – contoh baik itu contoh dari praktik nabi, sahabat, bahkan contoh kalangan masyarakat. Pemberian contoh – contoh ini memudahkan dalam memahami sebuah konsep.

16. Tatkala keluar dari masalah inti…
Beliau tatkala membawakan suatu faedah tambahan yang merupakan cabang dari permasalahan, beliau tetap mengembalikan ke masalah inti yang sedang dibahas. Jadi saling mendukung dan tetap tidak terpancing pada masalah cabang tadi sehingga keluar dari masalah inti.

17. Beliau tidak langsung ceramah namun mempersiapkan segala sesuatunya.
Beliau tatkala ceramah, memperhatikan sekali dengan yang namanya muroja’ah. Beliau sering menyampaikan bahwa tatkala sedikit muroja’ah, beliau katakan dengan bahasa tidak sempat muroja’ah. Implikasinya, bahwa beliau ketika menyampaikan ceramah, senantiasa muroja’ah terlebih dahulu.

18. Penguasaan pendengar
Anda bisa membayangkan ketika berceramah di masjid dan dihadiri oleh ribuan bahkan ditayangkan secara live, maka bahasa yang campur aduk pun mungkin terjadi. Tapi beliau mampu menguasai hal tersebut, sehingga beliau tidak keluar dari rel pembahasan atau bingung dalam mengeluarkan dalilnya. Begitu juga jarang ditemui pendengar yang ngantuk apalagi bosan.

19. Sesuai tema …
Kajian yang beliau sampaikan sesuai tema yang akan dibahas, tidak menyimpang. Adakalanya penceramah ketika membahas sebuah tema, tapi keluar dari tema yang sesungguhnya.

20. Mendekatkan jarak antara ulama dengan pendengar
Beliau tatkala menyampaian terkadang membawakan praktik langsung para ulama yang ada di Saudi dalam kesehariannya. Hal ini menjadikan isi ceramah beliau semakin kuat, bisa diindera, dan sebagai bantahan yang kuat bagi penyelisih.

21. Tepat penyampaian
Tatkala beliau berceramah dalam durasi singkat, padahal beliau ilmunya dan pemahamannya luas harus menyampaikan dalam kondisi tersebut, bisa gak kebayang. Namun, beliau mampu memulainya dan tepat.

Beliau biasa menggunakan bahasa kalimat, …”saya tidak tahu dari mana memulainya …” dll.

Demikian tulisan yang sedikit ini kami sampaikan, secara pribadi semoga kami bisa memperbaiki dan meniru gaya beliau dalam mengajar di sebuah sekolah.
Yang terakhir semoga beliau senantiasa diberikan istiqomah, panjang umur dalam keberkahan, dan keikhlasan beliau semoga mengantarkan diterimanya di masyarakat Indonesia yang lebih luas lagi.  Wallaahu a’lam. (dari Tundung Memolo, M.Sc sebagai sebuah renungan bagi kita bersama)

 

Tambahan dari Bumi Islam, salah satu ceramah yang inspiratif menurut saya ialah yang berjudul khutbah iblis ini:

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s