Bagaimana Cara Islam Menasehati Pemimpinnya Ulama Menasehati Umaro

Cara Islami Menasehati Pemimpin Menurut Ulama Salaf

MasyaAllah, pemandangan yang indah. Syaikh Shalih Al-Luhaidan* (kiri) memegang tangan Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Su’ud (kanan) hafizhahumallahu ta’ala.

Mengingatkan kita akan sebuah hadits shahih,
من أراد أن ينصح لذي سلطان في أمر فلا يبده علانية ولكن ليأخذ بيده فيخلوا به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه

“Barangsiapa ingin menasihati seorang penguasa, maka janganlah dia tampakkan terang-terangan. Tetapi, hendaknya ia mengambil tangan penguasa itu, ajaklah dia berbicara berduaan (menyendiri dengannya). Kalau dia menerima nasihatmu, itulah yang diharapkan. Kalau tidak, maka sungguh dia telah melaksanakan kewajibannya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad)

*Beliau termasuk kibarul ‘ulama (ulama senior), anggota Hai’ah Kibaril Ulama (semacam MUI di Saudi), dan Pimpinan Majelis Hakim Tinggi Saudi Arabia.

 

Ya begitulah Bagaimana Cara Islam Menasehati Pemimpinnya Ulama Menasehati Umaro, bukan dengan cara demo ke jalan.

Komentar yang Sesuai dengan Topik Menggunakan Bahasa Sopan, Kami sangat Hargai.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s